Mengenal Berbagai Jenis Proof of Stake

Admin
09 Agustus 2022
Artikel | 69 0

Mengenal Berbagai Jenis Proof of Stake | Crypstocks
Mengenal Berbagai Jenis Proof of Stake

Proof of Stake merupakan salah satu sistem yang sudah tidak asing lagi untuk para pemain kripto. Nah, untuk kamu para pemula sangat penting untuk mengenal berbagai jenis Proof of Stake ini. Mau tahu apa saja? Simaklah uraiannya berikut ini!

Proof of Stake (PoS) adalah suatu metode guna menjaga integritas dari suatu mata uang kripto. Di mana dapat menghindari penambang atau pengguna untuk menghasilkan koin tambahan yang tidak mereka tambahkan. Pada konsep Proof of Stake ini, pengguna bisa menambang ataupun memvalidasi kegiatan transaksi blok yang sesuai dengan banyaknya koin yang mereka miliki. Tandanya, dengan banyaknya koin yang penambang miliki, maka itu kekuatan untuk menambangnya justru akan besar.

Untuk alternatifnya, kegiatan penambangan dari metode satu ini adalah algoritma consensus murni pada teknologi blockchain. Hal itu dapat dipakai untuk memberikan konfirmasi transaksi maupun penambahan blok baru pada sebuah rantai jaringan.

 

Mengenal Berbagai Jenis Proof of Stake

Di setiap perjalanannya, pastinya banyak sekali macam-macam PoS di masing-masing blockchain. Tanpa berpikir panjang, yuk kita mengenal berbagai jenis Proof of Stake di bawah ini!

1) Delegated Proof of Stake (DPoS)

Varian PoS satu ini dapat diterapkan untuk TRON dan blockchain EPS. Adapun untuk mengenal berbagai jenis Proof of Stake jenis ini dalam hal kinerjanya, tidak seluruh validator mempunyai hak untuk memverifikasi setiap transaksi per blok. Terdapat beberapa validator menurut total voting dari pemakai lain. Di mana pemungutan suara tersebut berdasarkan dari total kepenggunaan kripto.

Hanya dari beberapa validator yang dapat mengisi perannya, setiap transaksi yang terjadi di setiap detik akan lebih cepat prosesnya dibandingkan menggunakan sistem PoS yang biasa.

2) Leased Proof of Stake (LPoS)

LPoS merupakan jenis mekanisme konsensus yang dipakai dengan eksklusif oleh blockchain waves. Dalam mengenal berbagai jenis Proof of Stake, para pengguna bisa menyewakan kriptonya kepada node yang akan divalidasi. Jika kripto yang akan dipertaruhkan pada node semakin banyak, justru akan semakin banyak peluang untuk dipilih agar bisa menciptakan blok selanjutnya dan menerima banyak hadiah.

3) Bonded Proof of Stake (BPoS)

Bentuk BPoS mempunyai kemiripan dengan varian LPoS, yakni pengguna token dapat mengandalkan hak suara mereka serta token yang dimilikinya tidak Kustodian. Hal tersebut menandakan jika sang pemilik token bisa mengikuti pemungutan suara di setiap perubahan protokol.

Namun hal yang membedakan dari keduanya yaitu apabila terdapat kesalahan di beberapa part validator, maka validator hanya akan dikenai hold. Itu tandanya, apabila sang delegasi ingin mencoba untuk ikut terlibat pada suatu kegiatan penipuan untuk melanggar protokol, bukan tidak mungkin beberapa bagian saham mereka bisa hilang.

Mengenal berbagai jenis Proof of Stake satu ini, pengguna kripto berhak untuk mengakhiri waktu sewa kapan pun. Hal itu membuat pemilik kripto yang lebih kecil tidak memenuhi syarat untuk ikut berpartisipasi pada proses pembuatan blok serta menaikkan peluang yang dimiliki guna memperoleh bagian aset dari biaya transaksi.

Pengguna kripto juga bisa belanja untuk mendapatkan node yang sangat tepat dengan strategi investasi mereka. Hal itu karena berbagai node bisa memberikan hadiah yang cukup besar.

4) Bukti Saham Murni (PPoS)

Bentuk PoS yang dinilai demokratis ini dipakai oleh Algorand. Lain halnya Mengenal berbagai jenis Proof of Stake pada umumnya, dari sananya varian PPoS ini tidak mempunyai mekanisme sanksi guna menghindari berbagai kegiatan node yang bersifat buruk ataupun berpotensi kelemahan.

Justru sebaliknya, bentuk PPoS ini menyediakan berbagai persyaratan minimal yang rendah guna mengamankan dan bergabung dalam suatu jaringan. Selain itu juga dapat membuka banyak peluang untuk para pengguna yang merasa tertarik.

5) Bukti Kepentingan (PoI)

Salah satu varian dari jenis PoS ini tidak hanya memperhitungkan jumlah kripto yang akan diperhatikan. Namun juga pengaruh pentingnya validator untuk jaringan. Adapun Pol ini akan diimplementasikan oleh blockchain NEM. Untuk variabel tipikalnya telah mencakup jumlah transmisi yang diikuti node sepanjang jangka waktu tertentu. Selain itu, sejauh apa node berbeda tersebut dikoneksikan oleh berbagai kelompok lainnya.

Pol ini dapat membantu meminimalisir berbagai dampak buruk dari adanya pemusatan kepemilikan crypto di suatu node. Sebab nilai di setiap node umumnya memiliki sifat dinamis. Menurut aktivitas jaringan, mengenal berbagai jenis Proof of Stake dari jenis mekanisme satu ini juga bisa menghindari kita dari adanya fork blockchain.

6) Nominated Proof of Stake (NPoS)‍

Dalam varian PoS satu ini, validator dapat ditentukan secara otomatis. Akan tetapi, mereka masih perlu mendirikan reputasi keandalannya pada komunitas yang jauh lebih luas. Adapun untuk mendirikan reputasi dari validator NPoS yaitu dengan memberikan harga minimal gas guna melakukan transaksi, serta melakukan voting untuk kepentingan komunitasnya.

Tidak hanya itu, token asli yang dimilikinya juga akan dipertaruhkan. Di mana token ini akan dipotong nantinya apabila validator tidak mengikuti protokol. Terdapat beberapa penyimpangan terminologi pada NPoS, yang mana nominator merupakan sebutan dari delegator. Oleh karenanya, nominator menentukan validator serta menguncikan beberapa token untuk mendukungnya.

Tata kelola protokol pun akan membatasi jumlah validator. Sama halnya dengan Mengenal berbagai jenis Proof of Stake yang lain, validator dapat ditentukan menurut jumlah jaringan yang mereka punya. Jenis ini sangat memungkinkan seluruh pemakai token untuk ikut serta pada jaringan.

 

Mengenal berbagai jenis Proof of Stake: Kelebihan dari Proof of Stake

Dalam mengenal berbagai jenis proof of stake, tentunya kita juga perlu mengetahui kelebihan yang dimiliki oleh metode ini. Lantas apa saja sih kelebihannya? Lihatlah penjelasan berikut.

1. Konsumsi listrik pada sistem PoS ini umumnya lebih rendah dibanding dengan sistem lainnya. Hal itu yang membuatnya ramah lingkungan.

2. Mempunyai metode verifikasi yang mudah dan sederhana, sehingga dapat mewadahi blockchain yang cepat tanpa adanya biaya transaksi yang cukup mahal.

3. Para penggunanya dapat melakukan staking untuk bisa memperoleh pendapatan pasif.

4. Pengembang kripto akan menentukan untuk membuat aplikasinya di blockchain menggunakan metode PoS. Supaya para pengguna aplikasi ini tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk membayarkan biaya transaksi.

Dengan mengenal berbagai jenis Proof of Stake di atas, tentunya akan menambahkan pengetahuanmu dalam kegiatan berinvestasi. Semoga bermanfaat.

Untuk belajar mengenal berbagai jenis proof of stake tentunya kamu harus mengikuti kelas dari suatu kursus terlebih dahulu. Adapun kelas yang akan diikuti, harus disesuaikan dengan tingkatan dari individu tersebut. Misalnya kelas beginner untuk para investor pemula, kelas intermediate untuk level menengah yang mulai mempelajari tentang NFT, Fundamental, Sentimen, dan sebagainya. Hingga kelas advance untuk investor yang sudah banyak pengalaman.

Jika kamu ingin mengenal berbagai jenis Proof of Stake dengan mengikuti kelas di atas, kunjungilah website kami di https://crypstocks.co.id/. Tentunya kamu akan diajari oleh orang-orang yang sudah ahli memainkan kripto lho.

 

Jika ingin mengetahui informasi selengkapnya terlebih dahulu dapat menghubungi admin di nomor Whatsapp +6282261100707.


Share on:


Add Comment

Chat Here!