Jangan Stress! Ini Tips Menghadapi Crypto Winter 2022

Admin
08 Oktober 2022
Artikel | 74 0

Jangan Stress! Ini Tips Menghadapi Crypto Winter 2022 | Crypstocks
Crypto Winter

Dalam dunia Crytocurrency, ada banyak istilah yang mungkin masih asing bahkan untuk para penggunanya namun sering muncul. Crypto winter adalah salah satunya. Istilah crypto winter atau yang juga biasa disebut dengan musim dingin kripto ini semakin populer karena harga Cryptocurrency menurun tajam. Hal ini pastinya menimbulkan banyak kekhawatiran bahwa industri yang terkenal bergejolak uni sedang berada di ambang resesi yang berkepanjangan.

 

Pengertian Crypto Winter

Dikutip dari CNBC, seperti penjelasan singkat sebelumnya, istilah crypto winter adalah istilah yang mengacu pada kesuraman pasar, khusunya di pasar mata uang digital, di mana harga mata uang kripto menurun tajam. Jatuhnya harga koin ini biasanya diikuti oleh periode perdagangan datar yang berkepanjangan. Selama crypto winter terjadi, Cryptocurrency atau nilai aset kripto seperti Bitcoin bisa turun sebanyak 80-90%.

Akan tetapi, pengertian crypto winter secara khusus tidak hanya mengacu pada jatuhnya Cryptocurrency saja. Menurut beberapa analisi, sinyal musim dingin di dunia kripto juga terlihat kripto tidak mampu menjamin profitabilitas dan menjaga aspek perlindungan konsumen akibat kepanikan dan gejolak pelaku pasar. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak pihak mengaitkan tanda crypto winter dengan peristiwa-peristiwa seperti kegagalan likuiditas pada platform kripto, menipisnya likuiditas di pasar kripto, dan bahkan adanya pemutusan hubungan kerja massal oleh perusahaan yang terlibat dalam sektor Cryptocurrency.

 

Penyebab Terjadinya Crypto Winter

Dikutip dari laman Forbes, crypto winter biasanya terjadi ketika adanya aksi jual Crypto di harga puncak secara besar-besaran. Selain itu, penurunan harga Cryptocurrency juga disebabkan oleh sentimen pasar yang negatif. Sentimen yang negatif ini muncul dari beberapa fenomena, seperti nilai mata uang kripto LUNA yang turun lebih dari 90% pada bulan Mei 2022 lalu.

Tidak hanya karena penurunan nilai mata uang kripto LUNA, sentimen negatif di pasar kripto juga disebabkan oleh platform perbankan kripto Celcius Network (CEL) yang menangguhkan atau membekukan transaksi kripto. Tindakan pembekuan ini mencegah penggunanya menarik Cryptocurrency tertentu yang disimpan di Celcius Netwok. Padahal seharusnya, Celcius Network ini bertujuan untuk menstabilkan pertukaran Cryptocurrency dan operasinya. Hal ini berkaitan dengan kegagalan likuiditas pada platform Crypto seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Tindakan Celcius Network yang melakukan pembekuan atau penagguhan penarikan Crypto ini nantinya akan menyebabkan transaksi yang tidak berjalan lancar dan akan mengakibatkan tidak stabilnya aset Crypto serta menyebabkan sentimen negatif muncul. Dan apabila sentimen negatif ini telah muncul dan tidak segera diatasi, maka fenomena crypto winter bisa saja tidak bisa dicegah lagi.

 

Peristiwa Crypto Winter

Istilah crypto winter pertama kali digunakan oleh para pelaku pasar saat nilai Bitcoin (BTC) turun lebih dari 80% pada tahun 2018. Namun sebelum tahun itu, ternyata pasar crypto juga pernah mengalami beberapa kali crash meskipun tidak menggunakan istilah ini.

‘Musim dingin’ yang pertama sebenarnya terjadi pada tahun 2012, ketika harga BTC turun karena kombinasi peristiwa besar, sepeti ketidakpastian paraturan dan penutupan bursa atau platform terbesar saat itu, yaitu TradeHill. Belum lagi terjadinya peretasan pada platform Bitcoinica dan Linode yang mengakibatkan hilangnya 10.000 BTC secara tiba-tiba, yang semakin memperburuk penurunan harga BTC pada saat itu.

Harga BTC akhirnya memasuki fase konsolidasi selama setahun, di mana harganya berhasil naik kembali sebesar $16 dari level terendahnya di tahun 2012 menjadi $120 per chip. Sayangnya, harga mata uang kripto yang paling banyak digunakan ini kembali menghadapi kabar buruk pada tahun 2016, seperti larangan Bank Sentral China sampai skandal seputar penutupan Gunung Gox.

Setelah masalah tersebut, harga BTC mulai kembali stabil hingga pertengahan 2017. Hal ini dikarenakan pelaku pasar yang saat itu cukup antusias dengan BTS. Selain itu, pasar crypto juga tidak dipengaruhi oleh berita buruk seperti sebelumnya sehingga BTC berhasil mencapai $20.000 per keping pada akhir tahun.

Sayangnya, pengambilan keuntungan terus-menerus, meningkatnya jumlah peretasan, dan desas-desus tentang larangan BTC di beberapa negara pada tahun 2018 sekali lagi harus membawa nasib raja Cryptocurrency ini ke ujung jurang. Layaknya penyakit kronis yang kembali kambuh, pada saat ini BTC tampak sedang berjuang untuk bisa pulih kembali. Hal ini ditunjukkan dengan Bitcoin yang membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk kembali ke fase bull market hinggal crypto boom terjadi lagi pada 2020. Namun sekali lagi, ibarat pepatah yang mengatakan bahwa sejarah akan terus berulang, kali ini nilai BTC turun lebih dari 70% dari level tertingginya. Buktinya, Altcoin pun sampai tak berdaya melawan fase bear market saat ini.

Pertanyaannya adalah, apakah Cryptocurrency mungkin akan memasuki fase musim dingin lagi? Jawabannya adalah ya. Hanya saja penyebab ‘cuaca buruk’ di pasar Crypto kali ini ini mungkin akan berbeda dari peristiwa musim dingin sebelumnya.

Kelesuan pasar Crypto tahun ini berkaitan erat dengan ketidakpastian ekonomi di masa depan. Pelaku pasar di seluruh dunia diliputi kekhawatiran tentang ancaman resesi ekonomi karena bank sentral Amerika Serikat, The Fed, berniat menaikkan suku bunga acuannya dengan cepat guna mengurangi inflasi tinggi. Kemungkinan resesi ini tentu akan membuat para investor waspada. Kemudian mereka akan menghindari pasar aset berisiko tinggi, termasuk Cryptocurrency, dan memilih pasar aset berisiko lebih rendah. Aksi jual besar-berasan ini yang nantinya akan memengaruhi harga aset kripto.

Beberapa analisis menganggap kondisi ini sebagai anomali. Hal ini disebabkan oleh pergerakan aset kripto yang jarang berhubungan langsung dengan situasi ekonomi makro. Namun situasi saat ini telah banyak berubah. Pasar Cryptocurrency dipenuhi oleh para investor institusional yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi. Terlepas dari kasus ini, hilangnya kepercayaan sistem pasar crypto oleh para pelaku pasar juga dikatakan sebagai penyebab terjadinya crypto winter saat ini.

Lalu apa saja yang harus kita lakukan atau persiapkan guna menghadapi crypto winter yang nantinya akan terjadi? Adapun beberapa tips dan penjelasannya sebagai berikut.

 

Tips Menghadapi Crypto Winter

 

1. Kuatkan mental dan semangat

Jika Anda optimis mengenai proyek kripto dan investasi aset kripto di masa depan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan membangun mental yang kuat dan tangguh. Saat fenomena crypto winter, motivasi diri Anda dengan percaya bahwa musim dingin ini akan berlalu dan berubah menjadi musim semi. Dengan begitu, Anda tidak akan terombang-ambing dengan sikap pelaku pasar lainnya. Data historis telah membuktikan bahwa nilai aset kripto akan selalu kembali pulih dari terpaan badai.

 

2. Siapkan strategi investasi yang sesuai dengan toleransi risiko setiap orang

Penurunan tidak hanya terjadi pada Cryptocurrency saja tetapi juga pada instrumen keuangan lainnya. Bahkan kondisi pasar saat ini dapat digunakan sebagai refleksi diri untuk mengetahui dasar-dasar aset kripto, mengatur manajemen risiko dalam inveastasi, dan informasi tambahan tentang Cryptocurrency untuk diinvestasikan.

Penting bagi para investor untuk mempersiapkan strategi investasi yang berbeda sesuai dengan toleransi risiko masing-masing, apalagi jika mengetahui bahwa jumlah kematian aset kripto sangat tinggi. Belum lagi jika tanda-tanda terjadinya crypto winter sudah tampak di hadapan kita. Para investor pastinya harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menginvestasikan uangnya jika tidak ingin mengalami kerugian yang besar.

 

3. Memilih investor yang baik dan benar

Di Indonesia terdapat dua tipe investor Cryptocurrency, yaitu short-term trader dan long-term ivestor. Sesuai dengan namanya, short-term trader akan berinvestasi dalam jangka waktu pendek. Sedangkan long-term investor akan berinvestasi dalam jangka waktu panjang, yang harus tahan dalam volatilitas dan perlu kedisiplinan. Kedua investor ini memeliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jadi sebelum melakukan investasi, kita harus paham posisi kita dan apa yang kita butuhkan sebelum menentukan investor mana yang lebih sesuai dan cocok untuk kota guna mengurangi risiko yang ada.

 

4. Jangan asal bergabung atau berinvestasi tanpa pemahaman dasar yang baik

Kenali aset kripto yang hendak kita inveastasikan, yaitu dengan melakukan Do Your Own Research (DYOR) yang merupakan salah satu istilah umum dalam Cryptocurrency. Salah satu riset yang bisa kita lakukan adalah dengan mempelajari dasar-dasar aset yang hendak kita pilih hingga penggunaan aset tersebut. Tujuannya adalah untuk memilih aset yang benar-benar Anda pahami, jangan sampai Anda hanya sekedar bergabung atau ikut-ikutan tanpa pemahaman dasar yang baik.

 

5. Tetapkan toleransi risiko Anda

Anda semua pasti tahu dan paham bahwa aset kripto sangat berisiko karena votiitasnya yang begitu tinggi. Oleh karena itu, Anda perlu menetapkan batas risiko untuk diri Anda sendiri. Artinya, Anda perlu mengetahui sejak awal seberapa banyak yang bisa Anda relakan jika Anda memperdagangkan aset kripto. Jadi apabila crypto winter terjadi, Anda sudah tahu dan siap mengenai apa yang nantinya hendak dihadapi. Selain itu, Anda juga sudah siap dengan jumlah aset yang harus melayang nantinya.

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menghadapi crypto winter yang mungkin saja akan terjadi pada tahun ini. Sekali lagi, pastikan bahwa Anda benar-benar paham mengenai Cryptocurrency dan aset tertentu yang hendak Anda investasikan. Selanjutnya, jangan asal jangan asalh pilih investor, pastikan investor adalah mereka yang cocok untuk investasi Anda. Dan yang paling penting Anda harus tetap berhati-hati, waspada, dan bijaksana dalam melakukan investasi aset kripto ini.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai Cryptocurrency dan seisinya, Anda bisa bergabung dengan Crypstocks. Di sini, Anda tidak hanya akan mendapatkan informasi, berita, dan perkembangan mengenai Cryptocurrency, tetapi Anda juga akan dimbimbing mengenai pengelolaan uang kripto dengan baik dan benar.

Terdapat beberapa kelas yang bisa Anda ambil atau pilih, sesuai dengan kebutuhan Anda. Pada kelas-kelas ini, Anda nantinya akan banyak belajar mengenai dasar-dasar Cryptocurrrency itu sendiri terlebih dahulu sampai bagaimana Anda bisa mendapatkan. Selanjutnya pada kelas yang lebih tinggi lagi, Anda akan diberi modul belajar yang lebih lengkap mengenai peneglolaan uang kripto. Anda juga akan mendapat banyak update atau perkembangan dunia Crypto seperti fenomena crypto winter dan bahkan mendapatkan monitoring untuk pengelolaan aset Anda.

Bagi Anda para pemula yang hendak memulai investasi atau bahkan kalian yang sudah memulai investasi namun masih bingung cara untuk menghadapi crypto winter, Anda bisa bergabung bersama dengan Crypstocks. Anda pasti akan banyak belajar dan dibimbing mengenai Cryptocurrency dan masalah yang hendak dihadapi, seperti crypto winter yang mungkin saja akan terjadi ini. Jangan lewatkan kesempatan Anda dan segera bergabung dengan Crypstocks. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membuka situs Crypstocks di https://crypstocks.co.id/.

 

 Jika ingin mengetahui informasi selengkapnya terlebih dahulu dapat menghubungi admin di nomor Whatsapp +6282261100707.

 

Baca juga : Ingin jadi Cryptocurrency Trader handal? Gabung sini aja


Share on:


Add Comment

Chat Here!